Laman

Jumat, 05 Oktober 2012

Faktor-Faktor Penyebab Rework Pada Pekerjaan Konstruksi



rework kontruksi dapat  memberikan Dampak buruk pada performa dan produktifitas,baik konsultan maupun kontraktor .Akibat adanya rework biaya pelaksanaan kontruksi juga mengalami pembekakan yang cukup signifikan dan keterlambatan pelaksanaan proyek.
Selain biaya langsung ,rework juga membawa dampak tidak langsung seperti biaya-biaya administrasi (seperti overhead dan paperwork) dan menurunnya produktifitas serta motivasi pekerja.Biaya tidak langsung biasanya jauh lebih besar dan diperkirakanbisa mencapai tiga sampai lima kali lebih besar.
       Rework  Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya pekerjaan ulang.Menurut penelitian rework didefinisikan sebagai aktivitas di lapangan yang harus dikerjakan lebih dari sekali, atau aktivitas yang menghilangkan pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya sebagai bagian dari proyek di luar sumber daya, di mana tidak ada change order yang dikeluarkan yang disebabkan oleh ketidakcocokkan dengan permintaan.    
        Dalam mengelola Manajemen Proyek (Project Management), ada tiga faktor utama yang harus menjadi pertimbangan, yaitu waktu yang sesuai rencana,biaya yang realistis dan sesuai dengan anggaran dan mutu yang dapatdipertanggungjawabkan.
Ketiga faktor tersebut sering disebut sebagai hambatan dalam pelaksanaan proyek konstruksi (TripleConstraints)3. Ketiga kinerja factor tersebut juga dipengaruhi oleh penggunaan Sumber Daya dalam proyek, yang lebih dikenal dengan 5 M (Money, Man, Material, Methode, and Machine).
Faktor – faktor  penyebab rework dikelompok menjadi 3 bagian yaitu :
Ø  faktor desain dan dokumentasinya
Ø  factor  manajerial 
Ø  faktor sumber daya (resources)
 Faktor yang terkait dengan desain dandokumentasinya biasanya lebih langsung berhubungan dengan proses desain yang melibatkan desainer (konsultan) dan pemilik proyek.Seperti kesalahan desain,buruknya koordinasi dokumen,perubahan desain,detail tidak jelas ,dan kurangnya pengetahuan bahan.Sebagai contoh,kesalahan dan permintaan perubahan pada desainn yang baru diketahui setelah pekerjaan konstruksi berjalan dapat menyebabkan pihak kontraktor harus membongkar dan mengerjakan ulang  pekerjaan yang sama(Rework).
Desaindari suatu proyek juga sangat mempengaruhi biaya suatu proyek. Karena itulah fase desain harus dilakukan dengan cermat. Seorang desainer mempunyai peranan sangat penting dalam pelaksanaan suatu proyek. Seorang desainer harus mempertimbangkan setiap keadaan yang mungkin terjadi selama kegiatan konstruksi untuk meminimalkan terjadinya gangguan pada kegiatan konstruksi. Seringkali ditemukan kesalahan dalam kegiatan desain yang kemudian menimbulkan masalah terhadap jalannya kegiatan konstruksi. Kegagalan desain ini seringkali menyebabkan terjadinya klaim terhadap kontrak kerja dan juga perubahan instruksi selama kegiatan konstruksi berlangsung.
Kualitas dokumen desain yang buruk merupakan faktor utama yang menyebabkan tidak efisiennya kegiatan konstruksi, dan merupakan salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap penundaan kegiatan konstruksi. Kesalahan pada dokumen desain merupakan resiko yang cukup tinggi, yang diduga menyebabkan banyak terjadinya perubahan atau pekerjaan ulang pada kegiatan konstruksi. Desain dan dokumentasi yang kurang jelas dapat menyebabkan penundaan kegiatan konstruksi, terjadinya pekerjaan ulang (rework) yang mengakibatkan membengkaknya biaya dan waktu pelaksanaan proyek secara keseluruhan.
Sehingga untuk menghasilkan suatu dokumen desain yang berkualitas, disainer harus mampu mengkomunikasikan apa yang ada di pikirannya secara jelas agar mudah dipahami oleh pelaksana.

Factor manajerial bisa disebabkan oleh semua pihak di kontruksi baik itu pemilik, desainer (konsultan),dan/atau kontraktor.seperti halnya kurangnya teamwork ,jadwal yang terlalu padat ,kurangnya control ,kurangnya informasi lapangan ,buruknya alur informasi ,material terkirim tidak sesuai ,kurangnya antisipasi keadaan alam ,serta permintaan bahan yang terlambat adalah beberapa factor manajerial yang menjadi penyebab Rework .
 Kinerja Komunikasi yang tidak baik dalam proyek bisa mengganggu pencapaian sasaran proyek. Faktor utama yang mengakibatkan rework dari kelompok faktor manajerial salah satunya adalah buruknya alur komunikasi5. Komunikasi yang tidak efektif dalam proyek juga mengakibatkan dampak lain seperti; Perselisihan/kesalahpahaman antar unsure proyek, terjadinya over/underdesign sehingga mengganggu mutu pekerjaan, menghambat produktivitas, dan berujung pada biaya yang tidak ekonomis (Ibnu Subagio:2006).
  
Faktor sumber daya berhubungan dengan pekerja dan peralatan proyek, sehingga kontraktor lebih banyak terkait dengan faktor-faktor tersebut. Faktor sumber daya ini biasanya muncul pada fase konstruksi dan mengakibatkan adanya kesalahan pengerjaan di lapangan.beberapa factor sumber daya yang menjadi penyebab rework ,seperti pertimbangan yang salah di lapangan,kurangnya pengalaman/ pengetahuan pekerja ,bekerja tidak sesuai prosedur ,peralatan yang kurang memadai , jumlah kerja lembur terlalu banyak.

         Dari beberapa factor terkait penyebab terjadi nya rework  ,hasil penelitian menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan desain dan dokumentasi merupakan penyebab utama timbulnya rework .

     Untuk mengurangi terjadinya rework,mnenurut hasil penelitian cara yang efektif yaitu
Ø  meningkatkan komunikasi yang baik .
sebagaimana buruknya koordinasi dan juga kesalahan dalam dokumen desain dapat ditekan dengan membuat jalur koordinasi dan komunikasi yang baik pada  fase desain , sehingga permasalahan desain ini dapat dideteksi dan dikoreksi sebelum masuk ke fase konstruksi.
Ø  Memperkirakan perubahan dan kesalahan yang dapat terjadi pada desain.
           usaha ini tidak hanya ditujukan pada faktor teknis, tetapi juga non-teknis, seperti faktor manusia, manajerial dan organisasi.
Ø  Ikut menyertakan kontraktor pelaksana dalam proses disain awal.

Daftar pustaka :
Lee J. Krajewski & Larry P. Ritzman, Operational Management, Strategy and Analysis, 5th
Ed.,hlm 798
 Samuel Winata, Yanto Hendarlim, “Faktor-Faktor Penyebab Rework Pada Pekerjaan
Konstruksi”. Journal Teknik Sipil Universitas Kristen Petra Volume 1, No. 1 Maret 1999.
“ Critical Communications Variables: ,Journal of Construction Engineering and Management,
Februari 1998.
Harno Garnito', Krismawan2, Benar Bukit 3 “Proses desain dan pendokumentasian pada kegiatan “Perekayasaan Perangkat treatment delivery system (TDS) brachyterapi medium rate(MDR) tahun 2011”


Search from google ;
 penyebab rework kontruksi,cara mengatasi rework,tips mengatasi rework,bagaimana mencegah terjadinya rework,faktor penyebab  rework,penyebab utama rework,kiat mengurangi rework,pengertian rework,kerugian akibat rework,manajemen proyek,hambatan pelaksanaan proyek kontruksi,faktor yang mempengaruhi biaya proyek.

0 komentar:

Poskan Komentar